PPKD – Petunjuk Penanganan Keadaan Darurat

PETUNJUK PENANGANAN KEADAAN DARURAT

UNTUK DUTY MANAGER DAN SELURUH KARYAWAN

GRAND ELITE HOTEL PEKANBARU

  

DAFTAR ISI

  1. Kebakaran
  2. Gempa Bumi
  3. Kematian / Tamu Meninggal
  4. Kecelakaan di Area Hotel
  5. Tamu Mabuk
  6. Kehilangan
  7. Penyanderaan
  8. Ancaman Bom
  9. Perbuatan Jahat
  10. Polisi, Ambulance, dan Pemadam Kebakaran
  11. Tamu / Orang Terperangkap Didalam Lift
  12. Gangguan Terhadap Ketertiban Umum
  13. Tamu Negara / VIP Guest

 

PENDAHULUAN

 

Buku petunjuk ini bukanlah petunjuk  penanganan keadaan darurat yang lengkap seperti yang dimiliki oleh anggota SAR pemadam kebakaran ataupun buku yang dimiliki oleh instansi khusus yang memang menangani tugas ini, akan tetapi paling tidak kita tahu atau mengerti tentang masalah – masalah yang akan kita hadapi nantinya dan mungkin sudah cukup baik untuk menjadi pedoman dasar apa yang mesti kita lakukan jika menghadapi keadaan darurat.

 

Buku petunjuk atau teori apapun tidak akan efektif / bermanfaat jika SDM nya atau para anggotanya tidak mengerti atau tidak tahu dan tidak tanggap akan apa yang ada pada buku petunjuk tersebut. Untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan ketanggapan mereka akan keadaan darurat yang dimaksud hanya bisa kita lakukan dengan mengadakan pelatihan simulasi / training secara intensif dan yang paling penting adalah setiap kepala bagian / department head masing – masing harus tahu dan mengerti serta memahami betul apa yang menjadi tanggung jawab sebagai seorang mitra perusahaan apalagi terhadap konsumen kita. Maka dari itu marilah kita bersama – sama mempelajari dan mengetahui betul – betul apa dan bagaimana isi dalam buku : PPKD ( Petunjuk Penanganan Keadaan Darurat ) ini karena tugas dari masing – masing department head untuk memberitahu dan memberi training / pelatihan kepada bawahannya secara rutin berkesinambungan agar PPKD ini bisa berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab setiap karyawan dengan harapan semua karyawan Grand Elite Hotel ini mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab mereka saat terjadinya keadaan darurat.

Dan buku PPKD ( Petunjuk Penanganan Keadaan Darurat ) ini dibagi menjadi 13 bagian yang mana setiap bagiannya akan sangat berguna sebagai pedoman untuk mengambil keputusan / tindakan jika keadaan darurat terjadi disaat bertugas karena buku ini nantinya akan memberikan informasi, petunjuk dan intruksi kepada mereka yang bekerja di Grand Elite Hotel Pekanbaru ini. Untuk itu kami berharap agar PPKD ini bisa dibaca sesering mungkin. Dan yang terakhir harapan dari pihak pimpinan hotel ini lakukanlah Training dan Pelatihan sesering mungkin kepada semua karyawan tanpa terkecuali supaya selalu teringat dengan PPKD ini dan ini merupakan syarat mutlak / wajib menjadi karyawan di Grand Elite Hotel Pekanbaru.

 

Cacatan Khusus :

Karyawan Grand Elite Hotel Pekanbaru yang baik adalah karyawan yang tahu dan mengenal serta mengerti Buku PPKD serta selalu siap jika terjadi Keadaan Darurat kapan saja, dimana saja dan dalam keadaan apa saja.
 

 

PETUNJUK PENANGANAN KEADAAN DARURAT

UNTUK DUTY MANAGER DAN SEMUA KARYAWAN

GRAND ELITE HOTEL PEKANBARU

 

PPKD ( Petunjuk Penanganan Keadaan Darurat ) ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi dan petunjuk serta intruksi kepada semua karyawan yang bekerja di Grand Elite Hotel Pekanbaru terutama kepada Department Head mengenai hal – hal sebagai berikut :

  • Bencana Potensial yang dapat menimbulkan keadaan darurat didalam gedung.
  • Tindakan yang telah diusahakan untuk memperkecil kemungkinan timbulnya akibat dari bencana tersebut.
  • Tindakan yang harus dilakukan apabila bencana dimaksud timbul.

 

Hal ini merupakan standard pendirian hotel yang memberi kuasa penuh kepada management untuk membuat peraturan dan ketentuan dari waktu ke waktu yang juga secara otomatis mengikat para tamu pada saat memberikan persetujuannya untuk tinggal seperti halnya peraturan dan ketentuan tentang keadaan darurat ini.

 

Keadaan Darurat

Keadaan Darurat biasanya timbul oleh sebab – sebab alamiah seperti kecelakaan atau disengaja yang sebenarnya tidak pernah kita harapkan terjadi dan biasanya akan membuat orang jadi panic sehingga tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana. Akan tetapi hal ini harus ditangani secara cepat dan tepat agar tidak berubah menjadi bencana serta tidak berdampak negative terhadap keprofesionalan management.

Usaha – usaha untuk mengurangi kemungkinan timbul dampak negative kerugian dan bencana adalah dengan melakukan training penyuluhan latihan dan demontrasi secara berkala baik oleh Security, Engineering ataupun dilakukan dengan simulasi secara keseluruhan oleh pihak Hotel Internal ataupun bekerjasama dengan Instansi Kota Praja dalam hal pemeriksaan tahunan yang sangat perlu dilakukan sehingga kita dapat terhindar dari hal – hal yang tidak kita inginkan terutama BENCANA.

 

Kebakaran

Sebelum kita mengulas tentang petunjuk penanganan keadaan darurat kebakaran. Sebaiknya kita perlu mengenal terlebih dahulu mengenai system atau peralatan yang tersedia di hotel kita yang mana kita pergunakan jika terjadi keadaan darurat kebakaran sebagai berikut.

  1. Sistem Pendektesian dan tanda bahaya ( alarm )

Deteksi panas Rate of Rise ( ROR ) adalah system alarm otomatis dipasang pada semua unit kamar dan koridor termasuk di laundry dan lantai atas / top roof – head counter juga dipasang alat deteksi pemanas dan akan bekerja aktif apabila temperature naik kira – kira mencapai temperature 680 C ( 1540 F ).

Dua buah kotak merah Box Hydrant ( Fire Alarm ) dengan panel kaca bertuliskan Push Button dapat dipecahkan dengan tangan. Dua buah ditempatkan disetiap koridor pada almari selang hydrant ( disebelah atas ) apabila kotak alarm dipecahkan dan tombol ditekan fire alarm bell peringatan akan berbunyi.

 

  1. Sistem Pemadam

Selang Hydrant.

Dua buah sealng hydrant berada didalam almari ( bewarna merah ) pada tiap lantai disamping pintu menuju tangga darurat sebelah kanan dan yang satunya lagi di pojok koridor bagian belakang.

Tabung Pemadam Api Type Dry Chemical

Tabung pemadam api Extinguiser Type Dry Chemical ditempatkan di koridor dua buah dan didekat tangga darurat kanan dan kiri satu persatu dan di area office dan dapur.

Pilar Kebakaran

Dua buah Pilar Hydrant yang dipasang kanan dan kiri serta di belakang hotel serta Siamese Connection yang gunanya menyuplai air dari mobil pemadam kebakaran / Fire Truck. Ditempatkan dihalaman gedung. Penting untuk diketahui jika sewaktu – waktu diperlukan.

 

 

  1. Sistem Pembantu Penyelamatan dari Kebakaran

Tersedia dua jalan keluar dari koridor pada tiap lantai menuju Lobby Hotel dan satu lagi menuju samping hotel. Dipakai oleh karyawan sebagai jalan keluar. Dan oleh karyawan Housekeeping yaitu disamping Housekeeping Pastry.

Lift sama sekali tidak boleh digunakan karena pada waktu bel tanda bahaya kebakaran berbunyi dan karena adanya resiko tinggi yaitu apabila lift macet dan anda terjebak didalamnya karena putusnya aliran listrik atau sebab lainnya tetaplah tenang karena setiap lift dilengkapi alat komunikasi untuk memberitahu anda tentang situasi, serta terdapat penerangan darurat pada tiap lift yang dihubungkan dengan sumber tenaga listrik darurat yang akan menyala bila penyediaan dari sumber tenaga listrik utama putus. Dan lift dapat dibuka secara manual oleh Staff Engineering yang bertugas di hotel.

 

  1. Usaha Pencegahan Kebakaran

Usaha pencegahan kebakaran seperti tersebut dibawah ini setiap saat harus diindahkan oleh seluruh penghuni gedung.

  1.  
    • Sebelum anda meninggalkan ruangan kantor sebaiknya periksalah semua peralatan yang menggunakan listrik dan pastikan bahwa telah diputuskan hubungannya dengan listrik.
    • Pastikan puntung rokok atau tembakau yang masih menyala tidak tertinggal di ruangan anda.
    • Jangan membebani suatu titik sambungan listrik secara berlebihan dengan menggunakan adaptor.
    • Jangan masukkan kabel lepas kedalam Socet dinding, gunakan Plug / Steker yang semestinya.
    • Hati – hati dengan kompor listrik atau kompor gas LPG.
    • Jika anda mempunyai gudang, jaga agar tetap bersih.
    • Beritahukan / informasikan kepada Engineering Department jika ada kesalahan atau kerusakan pada Instalasi Listrik atau Plug kabel dan lain – lain sesegera mungkin.

 

Prosedur Yang Harus Diikuti Bila Terjadi Kebakaran

Sangat penting untuk diingat dan dilaksanakan oleh semua karyawan jika anda melihat asap / api atau dugaan kebakaran yaitu ada 5 ( lima ) langkah yang harus selalu diingat yaitu :

  • Jangan Panik, tetaplah tenang ini sangat penting untuk dilakukan karena kepanikan justru akan membuat keadaan semakin kacau. Tidak dapat dikendalikan dan akan membuat kekacauan baru.
  • Evaluasi Keadaan Api, jika api masih kecil dan anda bisa menanggulanginya sendiri kenapa mesti repot – selesaikanlah.
  • Telepon Operator, kalau memang apinya tidak dapat dikendalikan atau apinya sudah membesar dan sulit untuk dikendalikan harus secepatnya memberitahukan ketelepon operator agar dapat disampaikan kepada yang semestinya tahu supaya hal – hal penanggulangan yang diperlukan segera dilaksanakan.
  • Pecahkan / Tekan Gas Alarm, bel alarm akan berbunyi jika Glass Alarm tersebut dipecahkan.

 

  1. Pecahkan / Tekan Glass Alarm.

Alarm akan berbunyi jika Glass Alarm dipecahkan / ditekan sebagai tanda bahaya yang akan memberitahukan kepada petugas di daerah mana kebakaran tersebut terjadi sehingga bisa cepat diatasi.

 

  1. Tunggu Bantuan Dari Pemadam Kebakaran.

Jika keadaan masih memungkinkan sebaiknya tunggu ditempat dimana kita temukan api agar dapat menunjukkan jalan atau arah tempat kebakaran sehingga pasukan pemadam kebakaran. Bisa langsung bertindak memadamkan api.

Telepon Operator

a.       Setelah si penemu asap / api / kebakaran menelpon operator maka tindakan yang harus dilakukan oleh operator adalah sebagai berikut :

§         Memberitahukan Chief Engineering / Asst. Chief Engineering / Engineering Supevisor.

§         Memberitahukan Chief Security.

§         Memberitahukan GM, EAM, dan MOD.

§         Memberitahukan pasukan Fire Brigade Hotel.

§         Memberitahukan Executive Housekeeper.

§         Memberitahukan Bell Captain.

 

b.      Menyediakan Line Telepon khusus untuk keperluan hal tersebut.

c.       Melaporkan / meminta bantuan kepada pihak pemadam kebakaran kota / terdekat sesuai perintah pimpinan tentang lokasi dan keadaan serta jalan terdekat menuju tempat kebakaran terjadi.

d.      Melaporkan kepada pimpinan tentang apakah orang – orang yang mesti diberitahu diatas berhasil diberitahu atau tidak.

e.       Menunggu intruksi dari pimpinan tentang hal yang mesti dilakukan.

 

Chief Engineering

a.       Bersama – sama pasukan Fire Brigade menuju tempat kejadian.

b.      Memimpin pasukan Fire Brigade memadamkan api.

 

Chief Security

a.       Melapor kepada pimpinan perusahaan dan menunggu perintahnya.

b.      Mengawasi orang – orang yang tidak berkepentingan dari area kebakaran, terutama orang luar ( bukan karyawan ).

c.       Melindungi tamu hotel dan asset – asset perusahaan dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab terutama dari luar.

d.      Menghubungi dan bekerjasama dengan polisi.

e.       Mengumpulkan seluruh informasi dan data yang berkaitan sebagai bahan untuk melakukan investigasi dan laporan tentang kejadian.

 

Manager On Duty / General Manager

a.       Menyiapkan P3K extra dan alat bantu pemadam kebakaran.

b.      Menyiapkan Master Key jika sewaktu – waktu diperlukan.

c.       Bekerjasama dengan pimpinan pemadam kebakaran kota.

d.      Memberi intruksi yang mesti dilakukan karyawan.

 

Fire Brigade Hotel

Menerima perintah langsung dari Chief Engineering / petugas pemadam kebakaran kota dengan melihat kejadian berdasarkan urutan jam kerja sebagai berikut :

a.       Jam kerja Shif Pagi 07.00 pagi – 03.00 sore ( terima perintah dari Chief Engineering / Asst. Chief Engineering.

b.      Jam kerja Shif Sore 03.00 sore – 11.00 malam ( terima perintah dari Chief Engineering / Asst. Chief Engineering.

c.       Jam kerja Shif Malam 11.00 malam – 07.00 pagi ( terima perintah dari Engineering Staff.

 

Executive Housekeeper

a.       Menyiapkan Vacum Cleaner  yang biasa menyedot air serta staf operatornya jika sewaktu – waktu diperlukan.

b.      Memastikan semua koridor bebas dari Trolley / hambatan.

c.       Tetap di area agar dapat membantu tamu – tamu.

 

Bell Captain

a.       Memastikan Lift / Elevator pada posisi dibawah ( Lobby / Basement ) demi keamanan, mungkin saja akan diperlukan oleh para petugas pemadam kebakaran.

b.      Memerintahkan pada Bell Boy untuk menyambut petugas pemadam kebakaran dipintu masuk hotel dan menunjukkan jalan masuk menuju area kebakaran agar cepat dapat dicapai atau melalui Lift.

c.       Membantu bekerjasama dengan pemadam kebakaran kota.

d.      Memerintahkan Bell Boy untuk mengawasi Lift tamu saat pasukan kebakaran mempergunakan lift tersebut menuju area kebakaran karena kemungkinan ada yang dapat diselamatkan akan dikirim melalui Lift tersebut.

 

Petugas Hotel Lainnya

Food and Beverage Manager

a.       Tetap menunggu di areanya sambil menunggu intruksi.

b.      Mengawasi situasi yang menjadi tanggung jawabnya.

c.       Siapkan Refreshment untuk tamu – tamu hotel.

d.      Cepat bertindak sesuai perintah General Manager /  MOD.

 

Banquet Manager

a.       Tetap menunggu di area.

b.      Membantu tamu yang berada di Banquet / Function Room.

c.       Memastikan tamu tidak panic agar suasana tidak kacau.

 

Front Office Manager

a.       Tetap menunggu di areanya.

b.      Membantu menangani telepon baik dari dalam ataupun dari luar.

c.       Menghubungi semua tamu di kamar – kamar hotel.

d.      Mendata ulang semua tamu yang masih menginap.

e.       Membuat laporan tamu secara keseluruhan.

 

Chief Accounting

a.       Tetap menunggu di area.

b.      Menyelamatkan surat – surat berharga.

c.       Memimpin semua staff Accounting untuk menyelamatkan semua asset – asset yang berada di areanya.

 

Personal Manager

a.       Mengumpulkan semua karyawan ditempat yang aman / tempat parkir.

b.      Mendata ulang semua karyawan yang bertugas hari itu.

c.       Menunggu intruksi dari General Manager / MOD karena kemungkinan tenaga kerja mereka diperlukan.

 

Semua Karyawan Hotel

a.       Melaporkan diri kepada Supervisor

b.      Membantu para tamu hotel.

c.       Membantu mengawasi semua asset – asset  hotel dari tangan orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang biasanya mengambil kesempatan disaat seperti ini.

 

Tips Penting Yang Perlu Diingat Saat Terjadi Kebakaran

  1. Jika anda mendengar tanda bahaya kebakaran berbunyi maka anda tetaplah tenang, jangan panic.
  2. Usahakanlah memadamkan api dengan cepat, gunakankan alat pemadam api                     ( tabung Extinguiser ) dan bila perlu dengan Hydrant. Apabila sumber api diperkirakan dari kebakaran arus listrik maka Hydrant tidak boleh dipergunakan. Semua peralatan listrik harus diputus terlebih dahulu. ( harus listrik harus                                     diputus ).
  3. Bell tanda bahaya kebakaran akan berbunyi pada tiap lantai daerah dan lokasi kebakaran dapat diketahui pada papan panel / disebut Fire System di ruang Control. Segera setelah memperoleh kepastian tentang terjadinya kebakaran pasukan pemadam kebakaran akan segera dihubungi.
  4. Pimpinan pengelola hotel akan selalu memberi informasi mengenai situasi sementara tersebut.

§         Simpanlah dokumen berharga anda aman dari api.

§         Berhentilah menggunakan telepon.

§         Putuskan hubungan listrik kesemua peralatan yang menggunakan listrik demi keamanan.

§         Jangan sekali – kali berusahan menggunakan lift karena ada kemungkinan lift macet diantara lantai disebabkan oleh kebakaran.

§         Keluarlah segera melalui tangga darurat terdekat.

§         Berjalan biasalah, jangan lari / panic.

§         Jangan membawa barang ang lebih besar dari tas kantor / tas tangan karena justru akan membahayakan diri anda sendiri.

§         Security Guards akan bertanggung jawab bahwa seluruh penghuni telah lengkap di evakuasi dan memastikan para penghuni tiap – tiap lantai telah meninggalkan gedung.

§         Keluarlah kebagian depan gedung dan menuju ke daerah tempat berkumpul yang telah ditentukan dan di awasi oleh petugas.

§         Taatilah semua intruksi yang diberikan staff pengelola, security atau anggota pemadam kebakaran.

§         Jangan kembali masuk gedung kalau belum ada pernyataan aman yang diumumkan melalui system alat komunikasi. Hal ini tidak boleh dilaksanakan sebelum security selesai meneliti / memeriksa seluruh gedung dan memastikan bahwa sudah AMAN. Bila pimpinan pengelola gedung memerintahkan evakuasi tetaplah tenang, intruksi / keputusan untuk melakukan evakuasi hanya dapat diperintahkan oleh pimpinan petugas pemadam kebakaran atau oleh pimpinan perusahaan atau assistantnya saja.

 

EVAKUASI

Jika dalam keadaan darurat atas permintaan pimpinan pemadam kebakaran, polisi, General Manager, EAM, Manager On Duty mengintruksikan bahwa hotel harus segera di evakuasi. Langkah – langkah tersebut dibawah ini harus segera dilaksanakan sebagai berikut :

  1. Tanda bahaya berupa Bell Alarm harus segera dibunyikan disemua area hotel tanpa terkecuali dan usahakan dibunyikan terus selama hal itu masih diperlukan.
  2. General Manager / MOD akan mengumumkan kepada tamu dan karyawan melalui alat komunikasi yang tersedia untuk segera dilakukan Evakuasi sesuai dengan prosedur yang telah ada.
  3. Karyawan telepon operator harus tetap menunggu didepan Switchboard atau PABX selama itu masih memungkinkan sampai intruksi untuk meninggalkan tempat diberitahukan oleh anggota pemadam kebakaran / management.
  4. Semua karyawan kecuali Front Office diwajibkan meninggalkan area hotel menuju tempat yang aman / parking area untuk menunggu intruksi selanjutnya dari pihak management.
  5. Semua staff Front Office termasuk FO Cashier harus menelepon semau tamu yang ada dikamar – kamar, yang occupied / terjual dengan membagi tugas setiap Floor satu staff yang bertanggung jawab. Sebaiknya dimulai dari tamu yang Handicapped dan Elderty Guest, lalu dilanjutkan kekamar yang lainnya.
  6. Pesan yang mestinya disampaikan kepada tamu adalah sebagai berikut : Bapak / Ibu, saat ini dalam keadaan darurat yang mengharuskan hotel untuk mengadakan evakuasi secepatnya. Silahkan meninggalkan hotel melalui tangga sebelah kanan dan kiri dan ingat jangan sekali – kali menggunakan lift.
  7. Jika ada tamu yang memerlukan bantuan karena sesuatu hal, harus secepatnya memberitahukan kepada pimpinan perusahaan agar dapat diambil tindakan secepatnya. Mungkin pimpinan akan memerintahkan karyawan / anggota pemadam kebakaran untuk hal itu.
  8. Staff FO yang telah menghubungi kamar – kamar tamu harus memberikan tanda – tanda bahwa tamunya telah dihubungi, jika ada dari dari kamar tersebut tidak ada yang menjawab harus memberi tanda tidak ada ditempat.
  9. Setelah menghubungi kamar – kamar yang occupied / terjual, harus dilanjutkan ke kamar – kamar yang tidak terjual sebagai tindakan jaga – jaga demi keselamatan manusia.
  10. Security harus bertanggung jawab bahwa seluruh penghuni hotel telah lengkap semua di evakuasi dan sudah memastikan penghuni tiap – tiap lantai telah meninggalkan gedung.
  11. Jangan kembali masuk gedung walaupun alasan apapun sebelum pernyataan aman diumumkan melalui system alat komunikasi dan pengamanan ini baru dilakukan setelah security hotel selesai memeriksa seluruh gedung dan menyatakan AMAN.

 

GEMPA BUMI

Gedung kita dirancang untuk tahan terhadap Gempa Bumi dengan intensitas terbesar yang pernah terjadi diseluruh Indonesia, oleh karena itu bahaya untuk robohnya bangunan adalah kecil sekali, akan tetapi bencana sebagai efek sampingan mungkin tetap ada. Misalnya timbul kebakaran, kaca pecah, benda berat jatuh / terguling, pintu keluar macet dan air bocor. Penanggulangan terhadap bahaya kebakaran  telah diuraikan didepan dan terhadap akibat lainnya tidak ada usaha khusus sebelumnya akan tetapi bila terjadi Gempa Bumi, ikutilah intruksi dibawah ini sebagai berikut :

  1. Jangan Panik
  2. Jauhilah jendela untuk mencegah luka karena pecahan kaca.
  3. Jauhilah perabot yang tinggi yang dapat jatuh dan menindih.
  4. Berlindunglah dibawah benda yang kuat.
  5. Tunggu sampai getaran benar – benar berhenti.

 

Ada anjuran sementara apabila terjadi Gempa Bumi supaya orang lari dari gedung dan orang bebas untuk berbuat demikian jika ia menghendaki meskipun kebijaksanaan ini didasarkan pada asumsi bahwa mereka berada dalam ruangan yang mudah roboh. Tetapi tidaklah demikian halnya dengan keadaan gedung Grand Elite Hotel Pekanbaru, bencana yang disebabkan oleh banyak orang berebutan lari keluar hotel mungkin lebih besar dari bahaya gempa bumi itu sendiri.

Manusia yang bergerak dapat terjatuh dan terpeleset didalam gedung, jalan keluar bisa tersumbat, orang – orang bisa terinjak – injak dan terjatuh dari tangga. Oleh karena itu saran kami adalah tetaplah didalam ruangan kecuali jika Bell Alarm berbunyi sebagai tanda bahwa evakuasi diperlukan.

Dan prosedur evakuasi yang dmaksud hampir sama denga yang kita lakukan saat terjadi kebakaran. Evakuasi tidak akan diperlukan keculai jika gempa bumi itu mengakibatkan timbulnya kebakaran.

 

KEMATIAN / TAMU MENINGGAL

Kematian / meniggal bisa kita kategorikan menjadi 2 kasus yaitu :

  1. Meninggal karena kecelakaan.
  2. Meninggal normal.

Meninggal karena kecelakaan.

Suatu kecelakaan bisa saja akan menyebabkan kamatian. Jika tamu hotel mendapat kecelakaan carilah bantuan paramedic secepatnya dan sementara menunggu paramedic lakukanlah hal sebagai berikut :

  1. Laporkan ke pimpinan perusahaan / Duty Manager dan selanjutnya GM anda akan melaporkan kejadian tersebut kepihak asuransi.
  2. Sementara bantuan paramedic belum datang, usahakan semua orang yang berada ditempat kejadian untuk menjauh dari korban dan setelah petugas paramedic tiba mereka akan menangani si korban.
  3. Usahakan jangan sampai berita ini tentang kejadian ini menyebar keluar, sebab jika kecelakaan tersebut sampai menyebabkan kematian atau luka parah Mass Media akan segera berdatangan  untuk meliput kejadian  tersebut. Sebaiknya kita hanya perlu menjawab pertanyaan dari polisi dan paramedic saja. Menghindarlah dari kejaran Mass Media dan ucapkan saja kata NO COMMENT.
  4. Berusaha menghindar terlebih dahulu sampai perwakilan dari asuransi kita datang dan kita hanya akan menjawab sesuai intruksinya.
  5. Staff Front Office termasuk telepon operator tidak boleh menjawab / memberikan informasi kepada Mass Media ataupun tamu. Sebaiknya diserahkan kepada GM untuk menjawabnya.
  6. Jangan sekali – kali berusahan untuk membersihkan tempat kejadian ataupun memindahkan suatu barang  dari tempat tersebut.
  7. Sangat penting yang perlu diingat adalah orang yang juga tahu dan mengetahui kejadian tersebut diatas juga melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan pada poin no. 3 dan no. 4 diatas.
  8. Laporan lengkap tertulis tentang kejadian diatas harus dibuat dan disimpan jika sewaktu – waktu diperlukan.
  9. Laporkan kejadian tersebut ke kantor polisi kebagian yang bertugas khusus menangani kasus seperti ini.
  10. Setelah korban dikeluarkan dari kamar, pintu ditutup dan di double lock sampai intruksi selanjutnya diterima dari management.
  11. Jika kecelakaan tersebut mengakibatkan kematian, Duty Manager / MOD / GM harus memastikan seluruh tubuh korban harus ditutup / dibungkus sebelum dibawa keluar melalui jalan pintas yang bisa dipakai oleh karyawan / staff lift / staff entrance.
  12. Jika jalan keluar yang dimaksud diatas tidak ada, alternative lainnya adalah kirim melalui Guest Lift dan sebaiknya dilakukan saat tamu sepi dan harus dikoordinasikan dengan baik.

 

Meninggal Normal

Jika kita mendapatkan tamu kita meninggal di dalam kamar ( meninggal normal ), maka beberapa hal yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Laporkan ke EAM / MOD yang selanjutnya akan melaporkan kejadian tersebut kepada GM yang kemudian melaporkan kepada Dokter / House Dokter yang ditunjuk.
  2. Sementara bantuan Dokter / Ambulance belum datang, usahakan semua orang yang berada ditempat kejadian itu menjauh dari korban dan setelah Dokter / Petugas Ambulance datang mereka akan segera menangani korban.
  3. Hindari berita tentang kejadian ini sampai menyebar keluar. Sebab jika berita tentang kematian  ini didengar oleh Mass Media maka mereka akan segera datang untuk meliput kejadian tersebut. sebaiknya kita hanya menjawab pertanyaan dari polisi dan paramedic saja. Menghindarlah dari kejaran Mass Media dan ucapkan saja NO COMMENT.
  4. Sangat penting yang perlu diingat adalah orang yang juga tahu dan mengetahui kejadian tersebut diatas juga melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan pada poin no. 3 diatas.
  5. Staff Front Office termasuk telepon operator tidak boleh menjawab / memberikan informasi kepada Mass Media ataupun tamu. Sebaiknya diserahkan kepada GM untuk menjawabnya.
  6. Laporan lengkap tertulis tentang kejadian diatas harus dibuat dan disimpan jika sewaktu – waktu diperlukan
  7. Laporkan kejadian tersebut ke kantor polisi kebagian yang bertugas khusus menangani kasus seperti ini.
  8. Hubungi pihak keluarga korban dan minta intruksi apa yang harus kita lakukan terhadapa si korban.
  9. Laksanakan intruksi yang diberikan keluarganya.
  10. Setelah si korban dikeluarkan dari kamar, pintu sebaiknya dikunci sampai intruksi selanjutnya diterima dari management.
About these ads

4 Responses

  1. terima kasih atas informasinya ya Pak

  2. Terima kasih infonya, sangat berguna untuk meminimalisir jatuhnya korban kebakaran.

  3. Terima kasih banyak atas informasinya :)

  4. wah terima kasih ini sungguh sangat bermanfaat, bagi keselamatan dalam kondisi darurat dan sebagai referensi bagi petugas safety yang lagi menyusun skenario tanggap darurat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: