Cermin untuk improvεmεnt dan kεbaikan diri

Yang indah hanya sεmεntara
Yang abadi adaℓah kεnangan
Yang ikhℓas hanya dari hati
Yang tuℓus hanya dari sanubari
Tidak mudah mεncari yang hiℓang
Tidak mudah mεngεjar impian
Namun yang ℓεbih susah mεmpεrtahankan yang sudah ada
Karεna waℓaupun tεrgεnggam bisa tεrℓεpas juga
Ingatℓah pada pεpatah,
“Jika kamu tidak mεmiℓiki apa yang kamu sukai, maka sukaiℓah apa yang kamu miℓiki saat ini”
Bεℓajar mεnεrima apa adanya dan bεrpikir positif….
Rumah mεwah bagai istana, harta bεnda yang tak tεrhitung, kεdudukan, dan jabatan yang ℓuar biasa, namun…
Kεtika nafas tεrakhir tiba, sεbatang jarum pun tak bisa dibawa pεrgi
Sεhεℓai bεnang pun tak bisa dimiℓiki
Apaℓagi yang mau dipεrεbutkan
Apaℓagi yang mau disombongkan
Maka jaℓaniℓah hidup ini dεngan kεinsafan nurani
Jangan tεrℓaℓu pεrhitungan
Jangan hanya mau mεnang sεndiri
Jangan suka sakiti sεsama apaℓagi tεrhadap mεrεka yang bεrjasa bagi kita
Bεℓajarℓah, tiada hari tanpa kasih
Sεℓaℓu bεrℓapang dada dan mengaℓah
Hidup cεria, bεbas ℓεℓuasa…
Tak ada yang tak bisa di ikhℓaskan….
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dεndam yang tak bisa tεrhapus..

Jaℓaniℓah hidup ini dεngan sεgala sifat positif yang kita miℓiki…. (y). Ήάѷє˚°•Ώ•°˚Ɯơήƌέѓƒůľ
☀̤̣̈̇•°˚Ďɑ̤̥̈̊γ˚°•☀̤̣̈̇
”. .”
. Jika häti .
. sejérñih .
. äir .
. .

Jäñgån
biärkån ia kerüh…

.*”. .”*.
. Jikå  hätì .
. sepùtìh .
. äwän .
. .
*
Jängan
biärkan ia méndüng…

&

.””. .””.
. Jika  hati .
. seindah .
. bulän .
. .

hiasì dengän
ķäsih šäyäng..  

Tahun ini kita akan mengalami 4 tarikh yg jarang brlaku dlm setahun iaitu 1/1/11, 1/11/11, 11/1/11 & 11/11/11. Serta bukan itu saja, cuba ambil dua nombor terakhir tahun kita di lahirkan & tambah dgn umur kita pd tahun ni, kputusanya ialah 111 buat smua org ! Ini ialah tahun KEKAYAAN!! Pada bulan ocktober akan ada 5 kali hari mgg, 5 kali hari senin & 5 kali hari sabtu!! Ini hanya akan trjadi skali stiap 823 tahun. Tahun spt ini dkenali sbg tahun ‘Beg Kekayaan’ bermaksud jika kita mghantar pesan ini kpd 8 kwn2 kita, kekayaan akan muncul pd hari ke-4 seperti yg dinyatakn dlm fengshui(tilik tuah) cina. Sesiapa yg tak mghantar msg ni kpd org lain tidak akan mdapat apa2. Ia adalah misteri tapi tak ada salahnya utk mencuba..!

SETIAP ORANG PUNYA CERITA……

Hidup selalu terbungkus oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar & tidak tahu isi dalamnya…

Kita hanya melihat, wah…. pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali…
Padahal dia lagi stress & hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya buat bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank…

Huaaa… pasangan anggun yg hadir di acara reuni itu begitu serasi & mempesona, mrk pasti hidup harmonis & bahagia…
Padahal hidup mrk penuh dgn kebencian, saling menuduh, menghianati & menyakiti, bahkan sudah dlm proses perceraian & bagi harta…

Lihat pemuda itu, lulusan Harvard dgn nilai cumlaude, pasti mudah dpt kerja, gaji besar, hidupnya pasti bahagia…
Padahal dia kena PHK sudah 10x, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Sudah 2 bulan belum dapat job baru…

Woww… Ibu muda itu, selalu ke pub clubbing & diskotik, dia punya byk waktu, gak perlu pusingin kerjaan rumah, hidupnya enjoy banget, dia pasti bahagia….
Padahal batinnya hampa & kesepian, jiwanya merintih. suaminya tak pernah menghargai & mengasihinya…

Lihat tetangga kita anaknya sudah besar2 semua, bapak ibunya sudah boleh santai & tenang, mrk pasti bahagia, namun kenyataannya org tua mrk tak pernah bisa tidur nyenyak, anak2nya tak berbakti, suka judi & narkoba.

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar & tdk tahu realita yg di dalam.

Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua org punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.

Janganlah suka Cerita tentang masalah org, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah tp manusia tak luput dr masalah.

Jangan mengeluh krn masalah. Hayatilah makna dibalik semua masalah maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna!‎​​

Jangan bandingkan hidupmu dgn orang lain, krn orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita..

Sudut Pandang PENGALAMAN HIDUP

Suatu ketika seorang ayah dari keluarga kaya raya, bermaksud memberi pelajaran, bagaimana kehidupan orang miskin pada anaknya.

Mereka menginap beberapa hari di rumah keluarga petani yang miskin, di sebuah dusun di tepi hutan…

Dalam perjalanan pulang sang ayah bertanya pada anaknya…!!
Ayah : “Bagaimana perjalanan kita…?”
Anak : “Oh sangat menarik ayah…”
Ayah : “Kamu melihat bagaimana orang miskin hidup…?”
Anak : “Ya ayah….”
Ayah : “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan kita ini..?”
Anak : “Yang saya pelajari…., kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita, mereka punya empat anjing untuk berburu.
Kita punya kolam renang kecil di taman, mereka punya sungai yang tiada batas…
Kita punya lampu untuk menerangi taman kita, mereka punya bintang yang bersinar di malam hari…
Kita memiliki lahan yang kecil untuk hidup, mereka hidup bersama alam…
Kita punya pembantu untuk melayani kita, tapi mereka hidup untuk melayani orang lain…
Kita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita, mereka punya banyak teman yang saling melindungi…”

…..Sang ayah tercengang diam mendengar jawaban anaknya…

Lalu sang anak melanjutkan…:
“Terima kasih ayah, karena ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita…”

Bukankah ini suatu sudut pandang yang menakjubkan…?

Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki dan jangan pernah risau dengan apa yang tidak kita miliki..

Manusia seperti Sebuah BUKU….

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
ada yg sama sekali tidak menarik.:’(

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

Tapii hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. :)

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Tuhan utk hari yg baru ini…O:)

Syukuri hari ini….
dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.

HARTA KARUN

Mengenai usaha manusia untuk mencapai tujuan hidup tertinggi, 
Caitanya Mahaprabhu menceriterakan kisah dari ulasan Madhva atas 
Srimad-Bhagavatam, Skanda Lima (Madhva-bhasya, 5.5.10-13). 

Ceritera ini mengenai petunjuk-petunjuk seorang ahli perbintangan bernama Sarvajna kepada orang miskin yang telah datang kepada beliau untuk minta ramalan nasibnya. Ketika Sarvajna melihat perbintangan orang tadi, beliau heran bahwa orang itu begitu miskin, dan beliau memberitahunya dan bertanya : 

"Mengapa engkau begitu sedih? 
Dari ramalan perbintanganmu, saya dapat melihat bahwa engkau memiliki harta karun yang diwariskan kepadamu oleh almarhum ayahmu. Akan tetapi, ramalan menunjukkan bahwa ayahmu tidak sempat menyampaikan keterangan tentang harta karun ini kepadamu karena beliau meninggal dunia di negara asing. Tetapi sekarang engkau dapat mencari harta karun ini dan berbahagia." 

Ceritera ini dikutip karena makhluk hidup sedang menderita akibat kebodohannya mengenai harta karun Ayahnya Yang Paling Utama, Krsna. Harta karun itu adalah cinta-bhakti kepada Tuhan Yang Maha-Esa. Setiap sastra Veda menasihati roh terikat agar mencari harta karun tersebut. Dalam Bhagavad-gita dinyatakan bahwa roh terikat putra kepribadian yang Mahakaya — Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa—namun ia belum menginsafi hal itu. Karena itu, sastra Veda diberikan kepada makhluk hidup untuk membantunya mencari ayahnya serta harta karun milik ayahnya.

Ahli perbintangan bernama Sarvajna selanjutnya menasihati orang miskin tadi sebagai berikut: "Jangan menggali di sebelah selatan rumahmu untuk mencari harta karun itu, sebab kalau engkau menggali di sana, engkau akan diserang oleh sengat berbisa dan akan kebingungan. Usaha menggali harus dilakukan di sebelah timur, tempat cahaya nyata. Arah timur di sini diumpamakan sebagai pengabdian suci atau kesadaran Krsna. Di sebelah selatan, ada ritual-ritual Veda, dan di sebelah barat ada angan-angan pikiran, sedangkan di sebelah utara ada yoga meditasi."

Nasihat Sarvajna harus diperhatikan dengan seksama oleh semua orang. Kalau seseorang mencari tujuan hidup tertinggi melalui proses ritual, maka ia pasti akan kebingungan. Proses tersebut menyangkut pelaksanaan ritual-ritual di bawah bimbingan seorang pendeta yang menerima uang sebagai imbalan jasanya. Mungkin orang berpikir dirinya akan bahagia dengan melakukan ritual-ritual tersebut. Kalaupun ia mendapat hasil dari ritual-ritual itu, hasil itu hanya sementara saja. Penderitaan material orang yang bersangkutan akan berjalan terus. Jadi, ia tidak akan pernah sungguh-sungguh bahagia dengan mengikuti proses ritual, melainkan penderitaan materialnya akan semakin meningkat. Hal yang sama dapat dikatakan mengenai penggalian di sebelah utara, atau mencari harta karun melalui proses yoga meditasi. Melalui proses ini, orang 
bercita-cita bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi menunggal 
dengan Yang Mahakuasa seperti itu ibarat ditelan oleh ular raksasa. Kadang-kadang ular raksana menelan ular kecil. 

Menunggal dalam eksistensi rohani Yang Mahakuasa diumpamakan sebagai ular kecil ditelan ular besar. Pada waktu si ular kecil sedang mencari kesempurnaan, ia ditelan. Tentunya tidak ada jalan keluar dari keadaan ini. Di sebelah barat, juga ada rintangan dalam bentuk yaksa atau roh jahat yang melindungi harta karun tersebut. Yang dimaksud adalah bahwa harta karun tidak pernah dapat ditemukan oleh orang yang minta bantuan yaksa untuk mencarinya. Orang yang minta bantuan yaksa malah akan dibunuh oleh roh jahat itu. Pikiran yang suka berangan-angan diumpamakan sebagai yaksa. Dalam hal ini, proses keinsafan diri melalui angan-angan, atau proses jnana, juga seperti bunuh diri.

Kesimpulannya satu-satunya kemungkinan adalah mencari harta karun di sebelah timur melalui proses pengabdian dalam kesadaran Krsna yang sempurna. Proses pengabdian suci itu adalah harta karun yang kekal. Begitu seseorang mendapat harta karun pengabdian suci, ia menjadi kaya selamanya. Orang yang miskin dalam pengabdian suci selalu kekurangan harta material. Kadang-kadang ia menderita karena digigit makhluk berbisa, kadang-kadang ia kebingungan, kadang-kadang ia mengikuti filsafat monisme sehingga kehilangan identitasnya, dan kadang-kadang ia ditelan oleh ular raksasa. Hanya dengan meninggalkan segala usaha lain tersebut dan menjadi mantap dalam kesadaran Krsna, pengabdian suci kepada Tuhan, kita sungguh-sungguh dapat mencapai kesempurnaan hidup.

MERINDUKAN YANG NANTI: HAKIKAT KEINGINAN

Dr. Michael Newton dalam Journey of the souls menyatakan bahwa banyak jiwa mengalami depresi berat, merasa tidak bahagia. Dalam derajat yang berbeda, manusia sedang berkejaran dengan keinginan. Tandanya ialah menyukai sesuatu yang nanti akan terjadi, membenci sesuatu yang sudah digenggam. Setelah yang nanti menjadi sesuatu yang kini, lagi-lagi kita merindukan yang nanti.

Tak ubahnya seperti cerita Nasrudin Hoja. Suatu hari Nasrudin asyik memancing, tiba-tiba polisi datang. Kemudian Nasrudin segera berlari, diikuti oleh polisi tersebut, namun setelah beberapa waktu dikarenakan kelelahan, Nasrudin berhenti berlari. Polisi yang mengejarnya pun bertanya seraya membentak, ”Mana tiket masuknya?”. Dengan polos Nasrudin menunjukkan tiket. Menyadari kekeliruan tersebut, polisi pun bertanya, ”Kalau punya tiket, mengapa tadi lari?”. Nasrudin berujar, ”Saya lari karena penyakit maag saya kambuh, jadi saya ingin cepat-cepat bertemu dokter”.

Beginilah kehidupan banyak orang. Terlalu banyak waktu terbuang untuk berlari. Setelah habis energi, barulah sadar kalau kita berlari untuk sebuah kesalahpahaman. Dan yang paling banyak bertanggung jawab atas hidup yang terus berlari adalah keserakahan dan keinginan.

Namun apakah keinginan itu? Sejatinya dalam keinginan termuat harapan. Harapan bagian dari keinginan. Dalam konteks besarnya, keinginan, apapun bentuknya; keserakahan maupun harapan, merupakan motif di belakang semua tindakan yang kita lakukan.

Terpenuhinya keinginan disebut juga tanda dicapainya kebahagiaan. Dengan kata lain kebahagiaan terjadi saat apa yang kita inginkan, harapkan, maupun yang diimpikan tercapai.

Sadar akan bahaya dari keserakan dan keinginan, banyak guru yang belajar untuk mengelolanya. Mereka sadar, semakin banyak yang kita dapatkan, semakin banyak pula yang kita inginkan. Sekali pikiran dipuaskan, ia akan segera beranjak menuju keinginan berikutnya. Terdapat perluasan yang tanpa akhir.

Seorang pejalan kaki sempat berbisik ke dalam diri, orang yang amat bahagia adalah orang yang sadar dalam batinnya bahwa ia adalah orang yang hina. Untuk itu tidak ada pilihan yang lebih baik untuk menemukan kebahagiaan kecuali rendah hati. Akibat dari meletakkan diri di tempat terendah, tidak seorang pun bisa menghinanya. Karena ia tidak bisa dihina, maka ia bahagia di mana saja ia berada.

Lain cerita seorang pemuda yang sedang bertandang ke rumah seorang cendekia. Pemuda tersebut bertanya akan arti kebahagiaan. Oleh sang cendekia pemuda tersebut dipersilahkan melihat-lihat keelokan dan segala isi rumah sang cendekia, dengan syarat dia harus menjaga sesendok minyak yang diamanahkan oleh sang cendekia. Mungkin ceritanya sudah dapat ditebak, karena begitu terpesonanya dengan keindahan dan segala sesuatu dari rumah sang cendekia, pemuda tersebut melupakan sesendok minyak yang harus ia jaga. Di penghujung hari, sang cendekia bertanya, ”Sudahkah kau temukan arti kebahagiaan?”. Pemuda tersebut berujar, ”Saat aku melihat segala keindahan dan terpana oleh segala yang ada di rumah ini aku merasa senang, namun aku masih belum menemukan jawaban atas kebahagiaan”. Cendekia tersebut kemudian kembali bertanya, ”Bagaimanakah minyak dalam sendok yang kuserahkan padamu?”. Sang pemuda tertunduk menyadari kealpaan yang telah dia lakukan. Dia telah melupakan minyak dalam sendok genggamannya, minyak pun sudah tak bersisa. Sang cendekia kemudian berkata, ”kebahagiaan adalah kemampuan untuk menikmati dan menghargai segala sesuatu yang kita temui tanpa melupakan hal yang paling dekat dengan kita”.

Kebahagiaan adalah penyelarasan antara yang ”AKU” inginkan dan apa yang dunia ini dapat suguhkan untuk memenuhi keinginan dan harapan yang terkandung. Ketidak tenangan, sebaliknya, muncul akibat dari ketidak sesuaian antara harapan dan realitas. Maka untuk bisa mewujudkan kebahagiaan, kita berusaha untuk menyelaraskan antara keinginan dan kenyataan. Begitulah sistem yang berlaku, semakin banyak keinginan yang terpenuhi, maka semakin bahagialah kita. Dan tentu saja manusia selalu ingin bahagia.

Sebuah perenungan saja, manakah yang lebih memudahkan kita untuk bahagia: Jika kita memiliki lebih banyak pengharapan dan keinginan, atau jika kita memiliki lebih sedikit pengharapan dan keinginan? Jawabannya dapat segera dipahami. Jangan terikat oleh keinginan. Semakin kita terbelenggu oleh keinginan, semakin besar peluang kita untuk menjumpai ketidak selarasan, dan karenanya merasakan ketidak tenangan, ketidak bahagiaan.

Peluang kita untuk bahagia akan lebih besar saat kita memiliki sedikit keinginan. Kesempatan kita untuk merasakan kebahagiaan akan jauh lebih besar saat keinginan yang sedikit itu terpenuhi. Dalam rasa berkecukupan itulah letak kebahagiaan.

Apapun alasannya keinginan semestinya dikembalikan ke tempatnya yang semula, sebagai pembantu, bukan penguasa hidup. Tanyakanlah pada diri masing-masing, dimanakah kita sebenarnya jika setengah dari diri terkubur oleh masa lalu dan keputus asaan? Dimanakah diri kita jika setengah bagian yang lainnya mencemaskan keinginan masa depan, merindukan yang nanti? Apakah yang tersisa dari diri ini? Bagian mana lagi dari kita yang bisa dimanfaatkan untuk sekarang? Energi kita telah habis untuk sibuk berlari….

Hidup hanyalah sebuah perjalanan. Manusia ada di dunia ini, namun ia bukanlah pemilik dunia. Ia singgah ke dunia dalam rangka perjalanan menemukan pucuk takdirnya. Bagaimana cara menikmati hidup adalah pilihan masing-masing manusia.

7 Juli 2007 – “Dalam ruang kontemplasi”

Devi R. Ayu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.